Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran resmi menetapkan perwakilan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) tahun 2026. Melalui seleksi ketat sejak pertengahan Maret lalu secara daring dengan menggunakan Zoom meeting, terpilih dua nama terbaik dari dua kategori yang akan mewakili kampus di tingkat wilayah (LLDIKTI Wilayah IV).
Menurut salah satu panitia Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) dari UKM Penalaran Unsika, Karerina Febrianti, menjelaskan bahwa Pilmapres merupakan ajang seleksi berjenjang bagi mahasiswa berprestasi untuk berkompetisi pada ajang Pilmapres tingkat wilayah (LLDIKTI Wilayah IV). Penilaian tahun ini difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu capaian unggulan, gagasan kreatif, dan kemampuan bahasa Inggris.
“Pilmapres ini untuk mencari mahasiswa yang bisa mewakili Unsika ke tingkat wilayah. Kalau beruntung, nanti bisa lanjut ke tingkat nasional,” ujarnya saat diwawancarai secara langsung, Rabu (8/4/2026).
Ia menyebutkan proses seleksi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa seleksi administrasi dan portofolio yang dilaksanakan pada 14-15 Maret 2026, dilanjutkan tahap kedua pada 16 Maret 2026 secara daring melalui wawancara, presentasi gagasan kreatif, dan uji kemampuan bahasa Inggris.
“Sebenarnya Pilmapres ini dibagi menjadi dua seleksi ya, yang pertama itu seleksi tahap satu, teman-teman peserta tuh semua mengumpulkan berkas pendaftaran sama capaian-capaian yang pernah mereka dapetin ke Google Form yang sudah kita sediakan. Di tanggal 14-15 itu para juri-juri cek apakah capaian yang bulannya layak dan relevan. Terus ada seleksi tahap dua, mekanismenya itu kita by Zoom meeting, jadi di wawancara per calon-calon terpilih itu masuk ke breakout room masing-masing untuk diwawancara,” ucap Karerina.
Karerina juga mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar tahun ini sekitar sepuluh mahasiswa, dengan enam peserta lolos ke tahap akhir. Dari proses tersebut, terpilih dua mahasiswa terbaik dari kategori sarjana dan diploma.
“Sebetulnya kalau yang berminat itu, kalau aku nggak salah ingat, kurang lebih ada sepuluh ya. Cuma setelah seleksi tahap satu itu kita hanya ngambil enam, tiga dari kategori sarjana dan tiga dari kategori diploma,” ujarnya.

Seleksi tahap dua via Zoom Meeting, Senin (12/3/2026).
Senada dengan hal tersebut, mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris, Rossa Merry Paskalia, yang terpilih sebagai Mapres kategori Sarjana, mengungkapkan bahwa capaian unggulan menjadi aspek utama dalam seleksi.
“Pada saat seleksi untuk Pilmapres ini ada beberapa capaian unggulan yang diminta, mulai dari kompetisi, lomba, karir organisasi, pengakuan, hasil karya. Tapi yang paling aku unggulin kemarin itu yaitu lomba esai, di mana kemarin aku pernah jadi juara satu lomba esai nasional dari Universitas Ikopin Bandung,” ucapnya saat diwawancarai via WhatsApp, Jumat (10/4/2026).
Selain itu, Rossa juga mencantumkan berbagai prestasi lain, seperti kompetisi tingkat nasional dan internasional, pengalaman sebagai moderator konferensi, serta karya tulis ilmiah.
“Terus juga aku pernah jadi juara satu lomba International Scholarship Talks, lomba esai juga dari UNJ. Terus ada pemenang utama lomba video konten Festival Lomba Inovasi dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsika tahun 2025. Terus juara tiga lomba esai nasional Kartu Indonesia Pelajar (KIP) Competition dari KIP Kuliah UIN Salatiga dan juga juara satu lomba cerpen nasional dari Literasi Squad Indonesia tahun 2024. Nah, selain itu ada juga pengakuan di mana kemarin aku juga sempat jadi moderator dalam International Conference Sicon yang diadakan oleh PBI Unsika tahun 2025,” ucap Rossa.
Ia menuturkan tantangan terbesar selama seleksi adalah membagi waktu antara perkuliahan, praktik mengajar, dan persiapan.
“Kadang sampai begadang banget buat ngerjain tugas dari kampus, ngajar juga, terus seleksi Pilmapres,” tutur Rossa.

Seleksi tahap dua via Zoom Meeting, Senin (12/3/2026).
Sementara itu, mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan, Aulia Siti Rahayu, yang terpilih sebagai Mapres kategori Diploma, turut merasakan hal serupa. Aulia mencantumkan beberapa capaian unggulan dalam pendaftaran kali ini.
“Capaian unggulan yang aku unggulkan pertama ada lomba resume jurnal dilaksanakannya pada tahun 2024, alhamdulillahnya juara pertama. Lalu yang kedua lomba Midwifery Cerdas Cermat dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes tahun 2025, alhamdulillah juga meraih juara pertama. Lalu penerbitan artikel mengenai penyuluhan anemia, terbitnya akhir-akhir ini sekitar tahun 2026. Terus ada hak cipta dari leaflet poster menyusui gitu,” ujar Aulia saat diwawancarai via WhatsApp, Sabtu (11/4/2026).
Namun, proses seleksi tersebut tidaklah mudah baginya karena harus membagi fokus di tengah padatnya jadwal praktik.
"Mungkin karena bertepatan lagi praktik di lahan ya, cukup padat juga menyesuaikan waktunya antara lagi jaga di tempat praktik dan cara membagi fokus persiapan seleksi ini. Tapi Alhamdulillah, kerja keras itu berbuah baik," tutur Aulia.
Aulia berharap Pilmapres selanjutnya bisa dipersiapkan lebih matang dan menjangkau lebih banyak program studi yang ada di Unsika.
“Kedepannya di tahun berikutnya untuk Mapres itu bisa jauh-jauh hari dan juga bisa menjangkau banyak program studi bisa ikutan gitu atau mungkin lebih matang lagi untuk si persiapan seleksi mahasiswa berprestasi,” harap Aulia.
NYV, NUN, EIN