Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bela Diri Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) berhasil melampaui target perolehan medali di ajang Piala Presiden Republik Indonesia (RI), Indonesia Open Karate Championship 2026 yang berlangsung di Lampung pada 26 hingga 28 Juni 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti hasil pembinaan yang panjang, latihan intensif, serta komitmen para atlet yang mampu membagi waktu antara perkuliahan dan persiapan pertandingan.

 

Pembina UKM Bela Diri Unsika, Ardawi Sumarno, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tidak diraih secara instan. Persiapan telah dilakukan sejak satu tahun sebelumnya dan menjadi salah satu program prioritas UKM Bela Diri Unsika, khususnya cabang olahraga karate. 

 

“Adapun persiapan untuk karete ini bukan baru, tapi sudah kita siapkan dari satu tahun sebelumnya, menjadi salah satu program strategis atau prioritas yang akan dilaksanakan UKM Bela Diri khusus di Cabor (Cabang Olahraga) karate,” ungkapnya saat diwawancarai langsung, Senin (29/6/2026). 

 

Menurut Ardawi, tingginya antusiasme para atlet turut menjadi salah satu faktor yang mendorong keberhasilan tim di ajang tersebut.  Para mahasiswa datang dengan tekad untuk mengukir prestasi sekaligus mengharumkan nama Unsika di kancah nasional. 

 

“Sangat antusias lah, artinya dia ingin membuktikan bahwa satu dia mahasiswa berprestasi, yang kedua ingin membuktikan bahwa Unsika ini bisa berbicara banyak di level nasional. Jadi ada yang berpikir bahwa Unsika ini kan belum banyak yang tautapi kalau kita eksistensi di tingkat nasional dan menjuarai event-event nasional tentunya ini juga akan meningkatkan kepercayaan kepada Unsika,” ujarnya.

 

Potret atlet Karate Unsika di Indonesia Open Karate Championship, Sabtu (27/6/2026).

 

Sementara itu, Pembina UKM Karate Unsika, Resty Gustiawati, turut mengapresiasi tim karate pada kejuaraan tersebut. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil dari proses latihan yang telah dijalani para atlet secara konsisten.

 

“Memaknai capaian dari prestasi karate Unsika ini ya pastinya bersyukur ya. Alhamdulillah dengan pencapaian yang sudah diperoleh dalam iklim nasional,” ujarnya saat diwawancarai langsung, Selasa (30/6/2026).

 

Namun, dibalik keberhasilan yang diraih tim karate Unsika tidak luput dari tantangan. Resty mengungkapkan bahwa atlet berstatus mahasiswa dan berasal dari berbagai fakultas sehingga jadwal latihan dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu perkuliahan. Latihan rutin digelar sebanyak tiga kali dalam sepekan di Padepokan Silat Karangpawitan karena keterbatasan penggunaan fasilitas kampus. 

 

“Sehingga harus latihan malam. Nah, dari malam itu tidak bisa menggunakan fasilitas kampus. Sehingga kita latihan di luar, gitu. Latihannya malam, habis magrib. Sampai jam 10 malam. Dan itu sekitar satu minggu itu tiga kali latihan. Karena tadi jadwalnya beda-beda,” tambahnya.

 

Potret atlet Karate Unsika di Indonesia Open Karate Championship, Sabtu (27/6/2026).

 

Sejalan dengan itu, salah satu atlet karate Unsika, Muhammad Ibnu Kurniawan, mengungkapkan bahwa banyak tantangan yang harus dilalui untuk kejuaraan ini.

 

"Tantangannya banyak banget. Mulai dari jadwal latihan yang panjang, padat dengan perkuliahan, saya juga mungkin bisa dibilang aktif di kampus, beberapa mengikuti keorganisasian dan jam tidur yang kurang maksimal, karena kalo semisalnya atlet kurang tidur itu berpengaruh banget ke fisiknya, dan kesiapannya itu gampang cape,” ujar Ibnu saat diwawancarai melalui WhatsApp, Rabu (1/7/2026). 

 

Di balik tantangan yang dirasakan, terdapat support yang tinggi dari pembina dan pelatih sehingga meningkatkan rasa percaya diri serta semangat bagi para atlet yang akan bertanding.

 

“Adanya support terus, misalnya pendanaan, nah itu pembina yang support terus, buat ngeyakinin kita bisa berangkat. Nah kalo dari pelatih ya pastinya bakal ngasih materi yang berbeda-beda setiap perlombaan,” ucapnya. 

 

Lebih lanjut lagi, Ardawi berharap kemenangan ini tidak hanya sampai di ajang nasional saja, tetapi dapat mendobrak ajang internasional, baik yang diselenggarakan di dalam negeri maupun di luar negeri.

 

“Nanti kita mudah-mudahan masih ada slot anggaran dari kampus, supaya kita bisa ikut kejuaran internasional yang diselenggarakan, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. Karena memang yang sudah mendapat proposal itu kita kegiatan di Malaysia, Malaysia Internasional Karate. Mudah-mudahan kita bisa dan ada anggaran juga dari kampus,” ujarnya.

 

(ND, NBJ)