Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto saat rapat kerja dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di akhir Agustus 2025 menyebutkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi dibahas dengan garis dasar 32 persen (New Indonesia, 2025). Di tahun 2029, angka tersebut diharapkan berkembang hingga 38,04 persen. Biaya kuliah di Indonesia dinilai masih mahal, termasuk di perguruan tinggi milik pemerintah. Karena biaya kuliah masih dianggap mahal bagi mayoritas masyarakat, kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi hal sensitif jika dinaikkan. Selain itu, adanya jalur mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memperbesar biaya kuliah. Bahkan, pada sejumlah kasus, biaya kuliah di PTN jalur mandiri lebih mahal daripada di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Lantas, bagaimana solusi yang tepat?

 

Berkembangnya arus informasi yang cepat membuat kita bisa menemukan semua informasi ter-update di belahan dunia, salah satunya terkait beasiswa. Beasiswa menjadi salah satu solusi penting untuk mendukung siswa kurang mampu dalam meraih pendidikan tinggi yang berkualitas. Melalui program beasiswa, siswa dari latar belakang ekonomi rendah memiliki kesempatan lebih besar untuk mengakses pendidikan tinggi yang sebelumnya sulit dijangkau. Selain membantu membiayai pendidikan, program beasiswa juga berperan dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan serta mengurangi kesenjangan sosial dalam bidang pendidikan (Madani, Faradila, & Rasyad, 2025). Program beasiswa menjadi sasaran empuk untuk semua masyarakat dan banyak sekali peminatnya karena hal ini adalah solusi tepat serta bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkannya. Maka dari itu, dibutuhkannya langkah strategis dan persiapan matang agar bisa meraih beasiswa yang diinginkan. Inilah lima beasiswa bergengsi yang dilirik banyak orang

 

Beasiswa Unggulan

Beasiswa Unggulan adalah program pemerintah Indonesia, memberikan biaya pendidikan kepada putra-putri terbaik bangsa yang diterima di perguruan tinggi dalam atau luar negeri untuk jenjang Sarjana (S1). Beasiswa ini berasal dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Beasiswa ini menerima masyarakat yang berprestasi dalam akademik maupun nonakademik, baik prestasi dalam tingkat nasional maupun internasional, dan masyarakat penyandang disabilitas juga berhak mendapatkannya. 

 

Tahapan-tahapan meliputi:

1. Sosialisasi/pembukaan: Perkiraan Maret - April 2026.

2. Pendaftaran online: Perkiraan Mei - Juni 2026.

3. Seleksi administrasi: Perkiraan Juni - Juli 2026. 

4. Seleksi substansi atau wawancara: Perkiraan Agustus - September 2026.

5. Pengumuman penerimaan beasiswa: September - Oktober 2026.

 

Berdasarkan dari situs Kemendikdasmen, inilah persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan, diantaranya untung jenjang S1:

1. Lulusan maksimal dua tahun sebelumnya.

2. Letter of Acceptance (LoA)/surat aktif kuliah.

3. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 (on-going).

4. Sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) & bahasa Inggris (untuk luar negeri).

5. Esai 1.000-1.500 kata.

 

Adapun beberapa persyaratan-persyaratan yang berlaku bagi penyandang disabilitas, diantaranya:

1. Sertifikat prestasi (jika ada).

2. Surat keterangan disabilitas dari dokter/ahli/lembaga.

3. Rekomendasi institusi terkait.

4. Pendaftar tidak sedang menerima beasiswa sejenis.

5. Melampirkan surat pernyataan mahasiswa berkebutuhan khusus.

6. LoA/surat aktif kuliah.

 

Informasi sewaktu-waktu dapat berubah, oleh sebab itu, untuk lebih lanjut dapat dilihat melalui situs resmi kemendikdasmen.go.id. Siapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan oleh beasiswa tersebut dan pantau informasi terbaru. 

 

Beasiswa Bakti Global Youth Action (GYA)

Global Youth Action (2026) menjelaskan bahwa Beasiswa Bakti 2026 merupakan bantuan dana pengembangan yang ditujukan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan pendidikan generasi muda. Hal tersebut dilatarbelakangi banyaknya generasi muda berpotensi yang menghadapi keterbatasan dukungan finansial dalam menunjang kebutuhan pendidikan dan pengembangan diri. Kebutuhan tersebut tidak selalu terbatas pada biaya semester, tetapi juga mencakup berbagai aspek pendukung, seperti pengembangan kompetensi, sertifikasi, pelatihan, riset, maupun kebutuhan akademik lainnya. Tanpa dukungan yang memadai, potensi yang dimiliki sering kali tidak berkembang secara optimal. Total biaya yang diberikan untuk mahasiswa S1 sebesar Rp5.400.000. Biaya ini akan dialokasikan selama enam bulan berturut-turut sejumlah Rp600.000/bulan.

 

Berikut tahapan program jadwal dan alur seleksi program:

1. Isi data diri: 15 Maret 2026 - 15 Agustus 2026.

2. Pengumpulan berkas tahap 1: 15 Maret  2026 - 15 Agustus 2026.

3. Pengumpulan berkas tahap 2: 15 Maret 2026 - 15 Agustus 2026.

4. Penilaian berkas tahap 1 dan tahap 2: 16-30 Agustus 2026.

5. Pengumuman lolos ke tahap wawancara: 1 September 2026.

6. Seleksi wawancara: 7 September 2026 -  9 September 2026.

7. Pengumuman penerima beasiswa: 10 September 2026.

 

Syarat pendaftaran:

1. Warga Negara Indonesia (WNI).

2. Mahasiswa S1 semua jurusan.

3. Penerima beasiswa lain dari pemerintah/lembaga lain diperbolehkan mendaftar.

 

Untuk penjelasan lebih detail lagi dapat dilihat melalui https://globalyouthaction.com/ 

 

 Beasiswa Astra 1st

Astra 1st merupakan program beasiswa dan pengembangan diri bagi mahasiswa dari Astra yang berdurasi selama lima bulan. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa S1 semester 4 dan 6. Para penerima beasiswa akan berkesempatan untuk mendapatkan pengembangan, baik secara individu maupun berkelompok, berkontribusi langsung dengan memberikan solusi dan strategi dalam Real Project Improvement yang tersedia di Perusahaan Grup Astra, mempelajari bisnis, serta berperan menjadi Ambassador Astra (INDBeasiswa, 2025). Cakupan beasiswa, diantaranya bantuan dana beasiswa dan proyek, eksposur proyek dan bisnis, pelatihan serta pengembangan, mentor dari Astra Group dan coach dari Astra Career.

 

Persyaratan-persyaratan beasiswa Astra 1st:

1. Merupakan mahasiswa S1 yang sedang menempuh semester 4 dan 6.

2. Mempunyai IPK > 3.00.

3. Mempunyai prestasi nonakademis, pengalaman organisasi, kepanitiaan, komunitas, ataupun magang.

4. Tidak sedang menerima/menjalani beasiswa yang disertai program pengembangan atau project dari organisasi atau perusahaan lainnya.

5. Berkomitmen penuh untuk menjalani seluruh rangkaian program Astra 1st mulai dari bulan Juni sampai dengan November 2026.

6. Bersedia menjadi Astra Ambassador dan mendukung berbagai kegiatan Astra di dalam maupun luar kampus.

 

Berikut informasi penting mengenai timeline Astra 1st 2026:

1. Pendaftaran: Dibuka awal Maret 2026 dengan deadline pendaftaran pada 8 Mei 2026.

2. Target Peserta: Mahasiswa S1 semester 4 atau 6 (pada tahun 2026).

Untuk penjelasan lebih detail dapat dilihat melalui https://career.astra.co.id 

 

Beasiswa Djarum 

Merupakan program beasiswa di bawah naungan Djarum Foundation dengan tujuan untuk memberikan dukungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi diri. Para penerima dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial dan pengembangan diri yang relevan, yakni berupa tunjangan dana pendidikan serta pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan. Kabar baiknya, beasiswa ini terbuka di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. 

 

Beasiswa Djarum Scholars 2026 memiliki beberapa persyaratan yang harus ditempuh, yaitu:

1. Berstatus sebagai mahasiswa aktif dari perguruan tinggi yang melakukan kerja sama dengan Djarum Foundation.

2. Tidak sedang menerima beasiswa lain. 

3. Memiliki prestasi di bidang akademik dengan kriteria IPK minimal 3.00 dari skala 4.00 dan tidak ada nilai D maupun E di mata kuliah apa pun.

4. Prestasi nonakademik berupa pengalaman menjadi anggota aktif organisasi kemahasiswaan, memiliki sertifikat dalam kompetisi tingkat regional, nasional maupun internasional, terlibat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, dan memiliki kemampuan berbahasa asing.

5. Berada di semester 4 saat pendaftaran bagi mahasiswa S1 semua jurusan.

6. Usia maksimal 23 tahun pada 31 Agustus 2026.

 

Adapun dokumen penting yang harus disiapkan:

1. Scan Kartu Tanda penduduk (KTP).

2. Scan Kartu Keluarga (KK).

3. Scan Kartu Mahasiswa.

4. Scan transkrip nilai IPK sampai dengan semester 3.

5. Scan sertifikat prestasi atau sertifikat aktif dalam kepanitiaan maupun organisasi.

6. Pas foto ukuran 4x6 berlatar belakang merah.

7. Scan surat keterangan tidak sedang menerima beasiswa lain dari kampus.  

 

Pendaftaran Djarum Beasiswa Plus dibuka satu kali dalam satu tahun. Belum ada edaran resmi terkait jadwal penerimaan beasiswa Djarum 2026 ini, tetapi berdasarkan penerimaan tahun 2025, beasiswa ini berlangsung selama periode Maret-Agustus dengan timeline sebagai berikut:

1. Maret - April 2026: Pendaftaran online.

2. Mei 2026: Seleksi berkas.

3. Juni 2026: Tes tulis online berupa tes potensi akademik dan psikotes.

4. Juli 2026: Wawancara.

5. Agustus 2026: Pengumuman penerima beasiswa.

Jadwal ini hanya prediksi berdasarkan tahun lalu yang mungkin bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, pastikan untuk senantiasa memantau melalui website resmi Djarum Foundation https://djarumbeasiswaplus.org/mobile/  

 

Beasiswa Glow and Lovely

Beasiswa kolaborasi antara Hoshizora Foundation dengan brand Glow & Lovely ini resmi membuka pendaftaran mulai dari 9 Februari sampai 10 Mei 2026. Adapun jenis program Partial untuk mahasiswi aktif semester 4 dan 6 dari PTN/Politeknik Negeri/Perguruan Tinggi Agama Negeri yang terakreditasi A atau B pada tahun 2026. Penerima beasiswa jenis reguler akan mendapatkan bantuan uang tunai sejumlah Rp17.5000.000,00 yang didistribusikan ke dalam empat termin selama empat tahun, menerima perangkat laptop untuk memenuhi kegiatan pembelajaran, dan memiliki kesempatan untuk mengikuti pendampingan pengembangan kapasitas selama empat tahun perkuliahan oleh Hoshizora Foundation. 

 

Adapun persyaratan yang harus ditempuh untuk program Partial, sebagai berikut: 

1. Pasfoto terbaru ukuran 3x4 (latar belakang foto berwarna bebas).

2. Salah satu dari:

a. Surat keterangan penghasilan/slip gaji orang tua dari instansi tempat bekerja, atau

b. Surat keterangan penghasilan dari Kelurahan atau Balai Desa dengan menuliskan nominal rata-rata penghasilan dalam satu bulan.

3. Jika memiliki, lampirkan salah satu dari berikut:

a. Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), atau

b. Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau

c. Bukti Program Indonesia Pintar (PIP), atau

d. Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau sejenis, atau

e. Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kelurahan atau Desa.

4. Kartu Keluarga (KK).

5. Nilai transkrip IPK, semester 1 sampai saat ini.

6. Scan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

7. Melampirkan surat keterangan aktif sebagai mahasiswa dari pihak kampus yang diterbitkan pada tahun 2026.

8. Jika memiliki, lampirkan scan piagam prestasi baik akademik maupun non-akademik dan keaktifan selama dua tahun terakhir/selama perkuliahan.

9. Jika memiliki, melampirkan Surat Keterangan Aktif Organisasi atau sertifikat bukti keaktifan selama mahasiswa.

10. Persiapkan esai motivasi. 

 

Tahapan seleksi meliputi:

1. Mei - Juni 2026: Seleksi berkas.

2. Juni - Juli 2026: Seleksi wawancara.

3. Juli - Agustus 2026: Seleksi home visit.

4. September 2026: Pengumuman penerimaan beasiswa.

5. November 2026: Inagurasi.

 

Kesimpulannya, beasiswa merupakan program yang sangat menguntungkan. Beasiswa sangat membantu masyarakat membutuhkan bantuan secara finansial dan bagi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki prestasi, baik tingkat nasional maupun internasional. Karenanya, kita perlu tahu bagaimana alur disetiap program beasiswa itu sendiri sebab tiap-tiap beasiswa memiliki timeline yang berbeda. Perlu adanya cross check secara konsisten agar melewatkan  kesempatan yang ada. Inilah beasiswa yang buka di bulan estimasi  Maret- Juni 2026. Harap selalu pantau website resmi dari masing-masing beasiswa.

 

Penulis: YIB

Desainer: SAN