Dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional, Rabu (22/4/2026), mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang terdiri dari berbagai Organisasi Mahasiswa (Ormawa) melakukan aksi di depan Gedung Rektorat. Mahasiswa menuntut pihak rektorat untuk segera menyelesaikan berbagai permasalahan lingkungan yang ada di Unsika, baik kampus satu maupun kampus dua. 

 

Hal ini disampaikan oleh ketua Kementerian Kajian Dan Aksi Strategis (Kastrat) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsika periode 2026, Nazal Syarif Lukman, sebelum dimulainya seruan aksi.

 

“Mengenai permasalahan fasilitas, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan kampus,  mulai dari kondisi toilet, pengelolaan sampah, hingga keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) di Kampus satu maupun Kampus dua. Selain itu, birokrasi dan manajemen pengelolaan sampah dinilai masih belum transparan. Oleh karena itu, persoalan-persoalan tersebut akan menjadi bagian dari tuntutan yang kami ajukan,” ucapnya saat diwawancarai langsung, Rabu (22/4/2026).

 

Ia juga mengatakan bahwa aksi tersebut memiliki agenda simbolik, dimulai dari mengitari kampus sambil memungut sampah, yang kemudian akhiri dengan penyampaian orasi dari berbagai elemen mahasiswa.

 

“Yang pertama itu diawali dengan aksi simbolik. Kita mau memutar kampus, memunguti sampah dan disertai juga dengan orasi-orasi, lagu-lagu musikalisasi puisi jalannya gituYa kan. Terus sampai akhirnya puncaknya itu di sini, sampah dikumpulkan di depan kampus dan juga dibarengi dengan orasi-orasi dari berbagai elemen mahasiswa,” kata Nazal.

 

Pihak rektorat Unsika menanggapi tuntutan mahasiswa di depan Gedung Rektorat, Rabu (22/4/2026).

 

Aksi tersebut langsung ditanggapi oleh Wakil Rektor (Warek) Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Unsika, Dede Jajang Suyaman, menjelaskan bahwa pihak rektorat telah mencatat semua aspirasi mahasiswa dan segera merealisasikannya.  

 

“Mahasiswa sekalian, apa yang oleh teman-teman mahasiswa sekalian suarakan telah kami catat dan akan direalisasikan pada tahun 2026. Tetapi kita akan kawal bersama apa yang menjadi tuntutan khususnya fokus pada lingkungan hidup,” jelasnya saat aksi berlangsung, Rabu (22/4/2026).

 

Ia juga menambahkan bahwa proses pencairan dana akan dimulai pada bulan Mei mendatang.

 

“Mei mulai pencairan, karena usulan setahun yang lalu. Jadi mekanismenya setahun-tahun yang lalu ada revisi penambahan kekurangan apa yang dikeluhkan di lapangan kami catat dan kami akan realisasikan,” tambah Dede.

 

Aksi tersebut ditutup dengan penandatanganan surat tuntutan yang dilakukan oleh Warek Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Unsika, Dede Jajang Suyaman, serta Warek Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Amirudin sebagai perwakilan rektorat, bersama delegasi Ormawa.

 

Pihak rektorat menandatangani surat tuntutan, Rabu (22/4/2026).

 

Setelah mendengar kalimat yang dikatakan oleh Warek Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Unsika, Nazal mengungkapkan bahwa dirinya tetap merasa skeptis. 

 

“Terciptanya sebuah skeptisitas mengenai jaminan atau janji-janji yang biasanya terlontar dari pejabat ataupun gimana gitu. Oleh karena itu, ini yang menjadi salah satu komitmen yang akan kami pegang,” ungkapnya saat diwawancarai langsung, Rabu (22/4/2026).

 

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal janji tersebut melalui langkah komunikasi intensif, mulai dari audiensi hingga menyiapkan agenda lanjutan.

 

Kayak untuk ngeliat realisasi dari pihak rektorat. Tadi kalau pernyataan dari tadi tuh mulai bergerak di Juli, Agustus. Nahya oke, kita sepakati. Tapi ketika memang pernyataan tersebut jauh pada kontrak nota kesepahaman tanda tangan, maka kita akan melakukan terlebih dahulu audiensi, ya kan? Auditifikasi terlebih dahulu, komunikasi ke rektorat. Nah, selebihnya baru nanti kita agenda-agenda lagi gimana bagusnya,” tegas Nazal.

 

Menanggapi aksi tersebut, salah satu mahasiswa Unsika, Satru Waresa, menuturkan bahwa aksi tersebut adalah hal positif karena menyangkut pada aspirasi yang dirasakan mahasiswa Unsika.

 

“Menurut saya pribadi demo ini positif karena sepenuhnya menyangkut aspirasi mahasiswa yang ada di Universitas Singaperbangsa, terkait sampah, terkait pelestarian lingkungan, lalu tentang problem yang ada di kampus. Terutama tentang banjir. Jadi menurut saya demo ini positif,” tuturnya saat diwawancarai langsung, Rabu (22/4/2026).

 

Senada dengan Satru, ketua adat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) periode 2026, Nusi, menyampaikan bahwa dirinya senang dengan adanya aksi kali ini, ia juga mengingatkan jika menjaga lingkungan kampus bukan lah kewajiban satu-dua pihak saja.

 

“Karena ya kewajiban menjaga lingkungan ini bukan hanya satu ataupun dua pihak saja tapi ya kita semua memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungan gitu,” sampai Nusi saat diwawancarai langsung, Rabu (22/04/2026).

 

Penulis: MOS, ACE