Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) mulai menerapkan website E-Learning terbaru sebagai bagian dari upaya standarisasi sistem pembelajaran di lingkungan kampus. Platform ini digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, baik secara tatap muka maupun hybrid.
Sistem E-Learning ini hadir sebagai pelengkap Sistem Informasi Akademik (Siska). Jika Siska berfokus pada administrasi akademik seperti data mahasiswa, perwalian, dan kurikulum, maka E-Learning yang memiliki nama E-Learning and Virtual Integrated Resource for Academics (Elvira) difokuskan pada proses pembelajaran, mulai dari absensi, materi, hingga evaluasi.
Salah satu dosen Unsika menjelaskan bahwa E-Learning bukan pengganti Siska, melainkan sistem yang terintegrasi namun memiliki fungsi berbeda. Menurutnya, keberadaan E-Learning akan mempermudah proses pendataan dan pelaporan akademik universitas karena seluruh aktivitas pembelajaran tercatat dalam satu sistem yang terintegrasi.
“Kalau di Siska itu hanya sebatas proses akademik seperti daftar mahasiswa dan absensi. Untuk proses pembelajaran dipindahkan ke LMS (Learning Management System) atau E-Learning,” jelasnya saat diwawancarai secara online, Rabu (18/2/2026).
Ia mengungkapkan bahwa penerapan sistem ini merupakan kebijakan pimpinan universitas agar menciptakan standarisasi LMS di Unsika.
“Diharapkan semua dosen menggunakan sistem yang sama, tidak berbeda-beda seperti sebelumnya yang ada. Tidak menggunakan Google Classroom atau platform lain. Semua materi, absensi, nilai, dan tugas akan terkumpul dalam satu website,” ungkapnya.
Dari sisi mahasiswa, penerapan E-Learning ini masih dalam tahap adaptasi. Salah satu mahasiswa Teknik Industri mengaku baru diperkenalkan dengan sistem tersebut pada awal pekan ini.
“Pertama kali agak bingung karena biasanya pakai Google Classroom. Informasinya juga kurang, jadi harus adaptasi dulu,” ungkapnya saat diwawancarai secara online, Kamis (19/2/2026).
Meski demikian, ia menilai tampilan E-Learning terbaru lebih sederhana dan modern dibandingkan sistem sebelumnya.
“Yang sekarang lebih simpel, fokus ke pengumpulan tugas dan diskusi. Cuma mungkin perlu tambahan notifikasi supaya mahasiswa tidak harus bolak-balik cek web,” ucapnya.
Pihak dosen menambahkan bahwa sistem ini memungkinkan pembelajaran dilakukan secara hybrid maupun tatap muka, sesuai dengan kebijakan civitas rektorat juga para dosen. Selain mempermudah dosen dan mahasiswa, sistem ini juga membantu pihak universitas dalam proses monitoring serta pelaporan kepada pihak kementerian.
“Jadi setiap dosen itu menggunakan E-Learning yang sama gitu, ya. Kemudian data juga terkumpul dalam satu wadah yang sama mulai dari data absensi, data nilai, kemudian data-data tugas-tugas, kemudian bahan-bahan materi pembelajaran semua terkumpul dalam satu wadah yang dapat dilihat oleh admin di universitas, sehingga dalam sisi pelaporan akan lebih mudah nantinya. Sisi pelaporan yang di mana setiap tahun dan setiap semester itu dari universitas itu melaporkan ke kementerian gitu ya hasil pembelajaran dari pada mahasiswa tersebut,” tambahnya.
Penulis: ZFH, NBJ, YSZ