Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) resmi mempersiapkan tiga delegasi mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) International Student Community Engagement (ISCE) 2026 yang akan dilaksanakan pada 22 Juli hingga 20 Agustus 2026. Program kolaboratif ini menjadi ajang mahasiswa untuk membangun jejaring global sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Kepala Pusat KKN Unsika, Makbul, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiasi dari Badan Kerjasama (BKS) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) wilayah Barat. Pelaksanaan tahun ini akan berlokasi di Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Pangandaran, dengan Universitas Siliwangi (Unsil) dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai tuan rumah. Program ini disebut internasional karena merujuk pada komposisi peserta yang melibatkan mahasiswa asing dari berbagai PTN serta kemungkinan adanya partisipasi dari kampus luar negeri.

 

“Jadi BKS PTN Barat, kampus-kampus yang ada di daerah Indonesia Barat lah ya, dari Jawa sampai di Sumatera, itu dalam satu forum yang membuat KKN Internasional. Nah untuk tahun ini pelaksananya itu dipanitiai oleh dari Unsil dan ISBI Bandung. Nah prosesnya nanti itu akan ada di Pangandaran,” jelasnya saat diwawancarai secara langsung, Rabu (29/4/2026).

 

Tahun ini, KKN Internasional mengusung tema Inclusive Smart Tourism and Creativity Economy through Arts and Cultural Empowerment for SDGs. Fokus utamanya adalah membantu mempromosikan potensi wisata lokal agar lebih dikenal di kancah dunia. Keterlibatan mahasiswa dari berbagai latar belakang negara dan keilmuan diharapkan dapat membantu branding desa wisata tersebut.

 

“Pada saat ini lebih kepada pariwisata ya jadi ingin mengendorse pariwisata yang ada di daerah Pangandaran itu bagaimana membuatnya lebih go internasional, mungkin ini yang menjadi target dari program ini ya, supaya bagaimana membuat daerah-daerah yang memang potensial untuk di endorse ke luar negeri lebih besar dengan adanya mahasiswa yang dari berbagai macam kampus, dari berbagai macam daerah latar belakang,” ujar Makbul.

 

Makbul mengungkapkan bahwa meskipun kuota yang diberikan oleh panitia pusat hanya maksimal tiga orang per perguruan tinggi, LPPM Unsika tetap memberlakukan seleksi secara ketat. Seleksi tersebut mencakup telah melalui 100 SKS (Satuan Kredit Semester), pemeriksaan berkas, nilai Test of English as a Foreign Language (TOEFL), kemampuan bahasa Inggris, hingga wawancara. 

 

“Kalau pengalaman tahun-tahun kemarin itu diikuti oleh mahasiswa internasional kita, cuma di tahun sekarang tidak ada mahasiswa internasional makanya yang kita berangkatkan saat ini mahasiswa yang memenuhi syarat, yaitu telah mengikuti 100 SKS dan belum mengikuti KKN reguler,” ungkapnya.

 

Penutupan KKN International BKS PTN-Barat, Rabu (4/9/2024).  

 

Untuk periode ini, tiga mahasiswa yang berhasil lolos berasal dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Salah satu daya tarik peserta dari Program Studi (Prodi) Informatika dinilai memiliki visi yang kuat dalam mengimplementasikan sistem digital untuk masyarakat.

 

“Informatika itu menawarkan bahwa mahasiswa informatika itu berusaha mewujudkan apa yang ada di pikiran orang-orang. Mereka biasanya membuat sistem, membuat website,” kata Makbul.

 

Makbul menuturkan bahwa rangkaian kegiatan ini akan dimulai dengan pembekalan di Unsil pada 10 Juni, dilanjutkan dengan keberangkatan ke desa-desa di Pangandaran mulai 22 Juli hingga 20 Agustus 2026.

 

“Jadi panitianya dari Unsil, sebenarnya dari Unsil dan ISBI itu. Jadi mereka akan pembekalan nanti di tanggal 10 Juni, jadi tanggal 10 Juni itu peserta udah sampai di Unsil, kemudian nanti tanggal 21 Juli itu sudah ke desanya masing-masing gitu, dan dari tanggal 22 Juli ini sampai tanggal 20 Agustus itu peserta berada di poskonya masing-masing dan nanti tanggal 21 itu baru penutupan dan Expo kemudian nanti peserta kembali itu pada tanggal 23 Agustus,” tuturnya.

 

LPPM Unsika berkomitmen penuh memfasilitasi kebutuhan administrasi para delegasi, mulai dari surat rekomendasi hingga pendampingan pendaftaran akun. 

 

“Banyaknya nanti sih mungkin tetap kita akan mengontrol, biar bagaimanapun mahasiswa kita yang di sana mungkin akan ada monitoring dan evaluasinya untuk melihat bagaimana progres teman-teman di sana, tapi banyaknya nanti lebih di handle oleh panitia pelaksanaan KKN International gitu,” ucap Makbul.

 

Makbul berharap program ini dapat terus berlanjut sebagai investasi masa depan bagi mahasiswa Unsika untuk memperluas wawasan, pengalaman, dan jaringan.

 

“Harapan saya mungkin, kalau ke depannya itu lebih partisipasi dan program ini lanjut sebagai kesempatan dari mahasiswa juga ya terutama kesempatan yang tidak saya alami, tapi ketika itu bisa dirasakan oleh mahasiswa Unsika itu adalah kesempatan yang luar biasa bertemu dengan teman-teman baru, kemudian di lingkungan yang baru dengan berbagai macam kebudayaan itu sebuah investasi menurut saya,” harapnya.

 

(ZK, NYV)